Welcome To Blog
Kamis, 07 Mei 2009

Biopori sebagai Peresap Air yang Mengatasi Banjir dan Sampah

Lubang resapan Biopori, begitulah namanya. Saat ini Biopori menjadi populer berkat jasa baik Kamir S. Brata yang menerapkan teknologi tepat guna untuk mengatasi banjir dan sampah, memelihara kelestarian air bawah tanah.
clip_image003
Ir. Kamir R. Brata, M.Sc., staf konservasi tanah dan air Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor menjelaskan lubang resapan biopori atau LRB adalah lubang silindris yang dibuat ke dalam tanah dengan diameter sepuluh sampai dengan tiga puluh sentimeter. Pada leaflet Biopori dijelaskan, kedalamannya sekitar seratus sentimeter atau tidak melebihi kedalaman muka air tanah. Lubang diisi sampah organik untuk mendorong terbentuknya biopori. Biopori adalah pori berbentuk liang (terowongan kecil) yang dibentuk oleh aktivitas fauna tanah atau akar tanaman.
Gubernur Jawa Barat seperti tampak pada dokumentasi foto tengah membuat LRB yang berfungsi sebagai teknologi tepat guna ramah lingkungan untuk meningkatkan laju peresapan air hujan dan memanfaatkan sampah organik ke dalam tanah.

Sepuluh manfaat LRB
(1) memelihara cadangan air tanah, (2) mencegah terjadi keamblesan (subsidence) dan keretakan tanah, (3) menghambat intrusi air laut, (4 )mengubah sampah organik menjadi kompos, (5) meningkatkan kesuburan tanah, (6) menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah, (7) mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya genangan air seperti demam berdarah, malaria, kaki gajah, (8) mengurangi masalah pembuangan sampah yang mengakibatkan pencemaran udara dan perairan (9) mengurang emisi gas rumah kaca (CO2 dan metan), (10) serta mengurangi banjir, longsor, dan kekeringan.
Contoh lokasi pembuatan LRB
LRB dapat dibuat di dasar saluran yang semula dibuat untuk membuang air hujan (foto pertama kiri), di dasar alur yang dibuat sekeliling batang pohon (foto 2 di tengah) atau batas taman (foto 3 kanan).
clip_image007
clip_image009
clip_image011
Cara membuat LRB
1. Buat lubang silindris ke dalam tanah dengan diameter sepuluh sentimeter, kedalaman sekitar seratus sentimeter atau tidak melampaui kedalaman air tanah pada dasar saluran atau alur yang telah dibuat. Jarak antarlubang 50–100 cm.
2. Mulut lubang dapat diperkuat dengan adukan semen selebar dua sampai dengan tiga sentimeter, setebal dua sentimeter di sekeliling mulut lubang.
3. Segera isi lubang LRB dengan sampah organik yang berasal dari sisa tanaman yang dihasilkan dari dedaunan pohon, pangkasan rumput dari halaman atau sampah dapur.
4. Sampah organik perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah berkurang menyusut karena proses pelapukan.
5. Kompos yang terbentuk dalam lubang dapat diambil pada setiap akhir musim kemarau bersamaan dengan pemeliharaan lubang.
Setelah pembuatan LRB, jumlah LRB yang perlu dibuat berkaitan dengan banyaknya lubang yang dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini.
Jumlah LRB
Intensitas hujan (mm/jam) x luas bidang kedap (m2)
Laju Peresapan Air per Lubang (liter/jam)
Sebagai contoh untuk daerah dengan intensitas hujan 50 mm/jam (hujan lebat), dengan laju peresapan air per lubang tiga liter per menit (180 liter/jam) pada 100 m2 bidang kedap, perlu dibuat sebanyak (50 x 100): 180 = 28 lubang.
Bila lubang yang dibuat berdiameter sepuluh sentimeter kedalaman seratus sentimeter, setiap lubang dapat menampung 7,8 liter sampah organik. Itu artinya tiap lubang dapat diisi sampah organik dapur dua sampai dengan tiga hari. Dengan demikian, 28 lubang baru dapat dipenuhi sampah organik yang dihasilkan selama 56-–84 hari (dalam kurun waktu tersebut lubang perlu diisi kembali).

Di Posting Oleh : Prasetyo ~ http://stefpousibelv1.co.cc/

Artikel Biopori sebagai Peresap Air yang Mengatasi Banjir dan Sampah ini diposting oleh Prasetyo pada hari Kamis, 07 Mei 2009. Terimakasih atas kunjungan anda serta kesediaan anda membaca artikel ini, Kritik dan saran dapat dapat sampaikan melalui kotak komentar. Semoga Artikel Biopori sebagai Peresap Air yang Mengatasi Banjir dan Sampah dapat Bermanfaat .. ^_^

0 Tulis Komentar:

Berlangganan Posting Terbaru Via Email Disini:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to ...Stef Pousibel... by Email

YM Admin

Pengikut

Total Pengunjung Web Counters
Free Web Counter
Informasi IT dan Berita Terkini Tukeran Link